DENPASAR – Sebanyak 625 desa di seluruh Provinsi Bali dijadwalkan menggelar perayaan Bulan Bung Karno pada Juni 2026 mendatang sebagai bentuk klaim penguatan ideologi Trisakti yang dilaporkan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster.
Kegiatan yang melibatkan partisipasi masif ini disebut-sebut sebagai wujud nyata implementasi semangat gotong royong masyarakat desa dalam menghormati sang Proklamator RI.
Namun keterlibatan ratusan desa ini memicu kritik terkait potensi mobilisasi politik terselubung mengingat acara tersebut dikomandani oleh instruksi struktural partai yang sangat dominan di tingkat akar rumput.
Publik kini mempertanyakan apakah penyeragaman agenda di ratusan desa ini benar-benar menghidupkan nilai sejarah secara substantif atau sekadar menjadi unjuk kekuatan politik yang membebani birokrasi serta anggaran desa.





