SURABAYA – Sejumlah mal mewah di Surabaya mulai memasang pagar besi setinggi 2,5 meter di sepanjang area pedestrian pada pekan ini guna mencegah aksi parkir liar dan pedagang kaki lima, sebuah langkah yang memicu perdebatan hangat di media sosial.
Fenomena pemagaran ini dinilai merusak estetika tata kota serta membatasi aksesibilitas publik di area yang seharusnya menjadi ruang terbuka ramah bagi pejalan kaki.
Alih-alih memperbaiki sistem pengawasan atau manajemen parkir, pihak pengelola mal seolah memilih jalan pintas dengan membangun sekat fisik yang justru mempertegas kesenjangan sosial di tengah pusat keramaian.
Kebijakan ini pun memancing kritik tajam dari masyarakat yang menganggap Surabaya kini semakin kehilangan ruang terbuka yang inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan warga tanpa diskriminasi fisik.





