PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru akhirnya menunjukkan perbaikan signifikan pada hari ini setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam hingga menyebabkan kadar polutan PM2.5 turun drastis ke angka 9,9 µg/m³.
Meskipun kondisi ini menjadi napas lega bagi warga, ketergantungan pada faktor alam seperti hujan menunjukkan betapa rapuhnya sistem mitigasi polusi udara yang selama ini belum mampu menangani akar masalah secara struktural.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengingatkan bahwa di balik membaiknya udara, terdapat potensi hujan lebat yang patut diwaspadai serta perlunya penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara konsisten.
Publik mendesak pemerintah agar tidak hanya mengandalkan air hujan sebagai pembersih udara alami, melainkan segera memperketat pengawasan terhadap sumber polutan agar krisis kualitas udara tidak terus berulang setiap tahunnya.





