JAKARTA – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, secara resmi mendorong penguatan perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dalam pertemuan nasional di Jakarta baru-baru ini.
Langkah ini diambil di tengah sorotan tajam publik terhadap efektivitas program pemberdayaan keluarga yang dinilai masih belum mampu menekan angka kriminalitas domestik secara signifikan.
Meskipun dorongan tersebut terdengar sebagai komitmen positif, banyak pihak mengkritik bahwa pernyataan normatif seperti ini seringkali terjebak dalam formalitas seremonial semata.
Hingga saat ini, peran TP PKK di tingkat akar rumput dianggap belum cukup responsif dalam melakukan deteksi dini terhadap kasus kekerasan yang terus meningkat di lingkungan rumah tangga.
Tri Tito memang menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mengatasi persoalan ini.
Namun, tantangan koordinasi birokrasi yang lamban dan kurangnya alokasi sumber daya yang nyata tetap menjadi hambatan utama yang membuat kebijakan perlindungan seringkali tumpul di lapangan.
Publik kini menantikan apakah dorongan ini akan diikuti oleh aksi konkret yang transparan atau sekadar menjadi pemanis citra organisasi di mata masyarakat.





