SLEMAN – PT Karindo Mitra Yogyakarta memasang 62 meter LED P2.9 outdoor di kawasan Candi Prambanan, Sleman, untuk memperkuat branding Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 demi memanjakan mata ribuan pelari serta penonton melalui teknologi visual mutakhir.
Namun, langkah integrasi teknologi masif ini memicu sorotan kritis mengenai sejauh mana perangkat digital boleh mendominasi estetika murni situs warisan dunia yang seharusnya menjadi daya tarik utama tanpa tertutup hiruk-pikuk visual elektronik.
Kehadiran layar raksasa tersebut dikhawatirkan justru mengaburkan nilai sejarah candi dan terlalu menonjolkan aspek komersialisasi yang kontras dengan kampanye kelestarian lingkungan yang sering didengungkan dalam acara olahraga.
Pihak penyelenggara dan mitra teknologi dituntut untuk lebih bijak dalam menyelaraskan kebutuhan promosi dengan perlindungan karakter lanskap budaya agar tidak merusak esensi orisinal dari konsep sport tourism di masa depan.





