Rektor Unsoed Ditangkap KPK: Mengapa Jalur Mandiri Jadi Ladang Korupsi?

Gedung Rektorat Unsoed di Purwokerto yang kini menjadi sorotan setelah KPK menangkap Rektor Akhmad Sodiq terkait dugaan korupsi Jalur Mandiri. (Foto: RSS)

PURWOKERTO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan menangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, di Purwokerto atas dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran ini.

Operasi senyap ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai praktik lancung dalam penentuan kelulusan calon mahasiswa yang melibatkan uang pelicin dalam jumlah besar.

Penangkapan ini semakin mempertegas bahwa institusi pendidikan tinggi masih gagal menjaga integritas moral di tengah komersialisasi pendidikan yang kian ugal-ugalan.

Sistem Jalur Mandiri kembali menjadi sorotan tajam karena dianggap sebagai celah lebar yang memfasilitasi praktik suap dan jual-beli kursi di perguruan tinggi negeri.

Kurangnya transparansi serta besarnya diskresi yang dimiliki rektor dalam menentukan kuota tambahan menjadi akar penyebab mengapa jalur ini sangat rawan dijadikan ladang bisnis oleh oknum pejabat kampus.

Tanpa adanya pengawasan publik yang ketat, jalur mandiri hanya akan menjadi instrumen diskriminatif yang memprioritaskan calon mahasiswa kaya daripada mereka yang memiliki kecerdasan akademik.

Kasus Akhmad Sodiq harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi total atau bahkan menghapus sistem Jalur Mandiri yang terus-menerus memproduksi skandal korupsi.

Publik menuntut keadilan agar akses pendidikan tinggi tidak lagi digadaikan demi keuntungan pribadi para elit universitas yang rakus.

Reformasi birokrasi di lingkungan kampus sudah tidak bisa ditunda jika kita tidak ingin melihat masa depan generasi bangsa hancur oleh mentalitas koruptif sejak dari bangku kuliah.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!