BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan bahwa akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut telah menembus angka tragis sebesar 12.339,74 hektare per 1 September 2026.
Lonjakan angka kebakaran yang sangat masif ini menjadi bukti nyata kegagalan strategi pencegahan dini pemerintah daerah dalam menangani krisis lingkungan yang terus berulang setiap tahunnya.
Meski pemantauan titik panas terus dilakukan secara intensif, upaya pemadaman di lapangan dinilai hanya bersifat reaktif tanpa menyentuh akar permasalahan kerusakan ekosistem gambut.
Publik kini mendesak langkah konkret dan penegakan hukum yang tegas agar Kalimantan Selatan tidak terus terjebak dalam siklus bencana asap yang merugikan kesehatan masyarakat serta merusak reputasi ekologis nasional.





