BRASILIA – Tim kosmolog asal Brasil secara tak sengaja menemukan metode navigasi baru yang mampu memangkas waktu perjalanan dari Bumi ke Mars menjadi hanya 153 hari, sebuah terobosan besar yang berpotensi mengubah wajah misi antarplanet di masa depan.
Meskipun percepatan ini terdengar menjanjikan bagi ambisi kolonisasi ruang angkasa, banyak pihak mempertanyakan stabilitas energi dan risiko teknis yang harus dihadapi untuk mencapai kecepatan setinggi itu.
Para ahli mengingatkan bahwa pemangkasan waktu perjalanan tanpa kesiapan infrastruktur pelindung radiasi yang mumpuni justru dapat membahayakan keselamatan nyawa awak pesawat dalam jangka panjang.
Inovasi ini pun masih memerlukan pengujian empiris yang ketat guna memastikan bahwa jalan pintas tersebut bukan sekadar teori di atas kertas yang mengabaikan realitas fisika antariksa yang kompleks.





