SELAT HORMUZ – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan secara sepihak menghantam dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) di perairan strategis Selat Hormuz pada saat militer Amerika Serikat tengah melancarkan serangan udara berturut-turut selama tiga malam terakhir guna menekan kekuatan militer Teheran.
Langkah agresif ini menunjukkan betapa gegabahnya kekuatan regional dalam mempertaruhkan keamanan maritim global demi ego politik yang mengabaikan keselamatan jalur perdagangan energi internasional.
Aksi saling serang ini mencerminkan kegagalan total diplomasi di Timur Tengah yang justru semakin menjerumuskan kawasan ke dalam jurang peperangan terbuka yang tidak terkendali.
Dunia internasional kini menanti ketegasan organisasi global untuk menghentikan provokasi berbahaya ini sebelum dampak ekonominya menghancurkan stabilitas pasar global secara permanen.



