BEIJING – Tim ilmuwan asal China baru-baru ini mengumumkan penemuan deposit mineral emas masif di dasar Samudra Pasifik dengan kadar logam yang diklaim melampaui rata-rata kandungan di daratan.
Langkah eksplorasi ambisius ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pemerhati lingkungan internasional mengenai potensi kerusakan permanen pada ekosistem laut dalam yang masih misterius.
Meskipun nilai ekonominya disebut fantastis, banyak pihak mempertanyakan transparansi riset tersebut serta kesiapan regulasi global dalam membendung eksploitasi sumber daya alam bawah laut tanpa kontrol ketat.
Ketergantungan pada teknologi pengerukan laut dalam dikhawatirkan hanya akan mempercepat degradasi biodiversitas demi keuntungan finansial jangka pendek semata.


