BORONG – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur akhirnya mulai menyerahkan 2.029 unit Hunian Sementara (Huntara) kepada warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari langkah pemulihan pascabencana.
Meski distribusi telah dimulai, langkah ini dinilai sangat terlambat mengingat warga telah lama menderita di tenda-tenda pengungsian darurat yang tidak memadai di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Pemerintah harus memastikan bahwa total 2.029 unit yang dibangun tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memenuhi standar kelayakan bangunan dan sanitasi yang layak bagi para penyintas.
Publik kini mendesak transparansi anggaran dan menuntut percepatan transisi dari hunian sementara menuju Hunian Tetap (Huntap) agar warga tidak terjebak dalam ketidakpastian hunian darurat terlalu lama.





