JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat lonjakan drastis titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nasional yang menembus angka 18.065 titik pada 28 Agustus 2026 di Jakarta.
Kenaikan signifikan dari 14.788 titik dalam waktu hanya satu hari ini mencerminkan lemahnya sistem antisipasi dini pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan ekstrem.
Walaupun Kemenhut mengklaim tetap bersiaga di enam provinsi prioritas, ketergantungan pada monitoring data tanpa tindakan pemadaman yang lebih agresif di lapangan hanya akan memperpanjang krisis ekologis.
Publik kini mendesak langkah konkret yang melampaui sekadar status siaga guna mencegah bencana asap tahunan yang terus berulang dan merusak kesehatan serta ekosistem secara permanen.





