TANJUNG SELOR – Sebanyak 50 stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal resmi memadati gelaran Festival Rakyat Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Tanjung Selor mulai 9 hingga 20 Juli sebagai upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan produk kuliner dan memicu pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Meski diklaim sebagai jantung ekonomi daerah, kehadiran puluhan stan ini memicu kritik mengenai keberlanjutan dampak finansial bagi para pelaku usaha kecil yang seringkali hanya merasakan lonjakan pendapatan sesaat selama periode festival berlangsung.
Pemerintah Provinsi Kaltara diharapkan tidak hanya terjebak dalam seremonial tahunan semata, melainkan wajib memberikan langkah konkret pasca-acara agar UMKM lokal mampu menembus pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada ajang pameran musiman.





