RUTENG – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) akhirnya mulai menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 1,8 miliar bagi warga terdampak gempa bumi di Ruteng, Nusa Tenggara Timur, yang dipimpin langsung oleh Dirjenpas Mashudi pada pekan ini.
Meski bantuan berupa beras, selimut, dan obat-obatan telah tiba di lokasi, langkah ini memicu kritik tajam terkait urgensi kehadiran pejabat pusat yang dikhawatirkan justru membebani biaya operasional distribusi.
Publik kini mempertanyakan apakah total dana miliaran rupiah tersebut akan terserap secara transparan untuk kebutuhan mendesak korban di lapangan atau hanya berakhir sebagai seremoni birokrasi semata.
Audit terhadap penyaluran donasi ini menjadi sangat krusial guna memastikan bahwa bantuan negara benar-benar efektif memulihkan kondisi pengungsi dan bukan sekadar menjadi ajang pencitraan instansi di tengah bencana.





