Dinkes Kaltim Genjot Layanan TB RO: Efektivitas di Daerah Terpencil Dikritisi

Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat di wilayah Kalimantan Timur. (Foto: RSS)

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) berupaya meningkatkan kualitas layanan pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) hingga menjangkau wilayah pelosok pada pekan ini demi menjamin pemerataan akses kesehatan bagi seluruh warga.

Kebijakan ini menjadi sorotan kritis mengingat tantangan geografis Kalimantan Timur yang ekstrem seringkali membuat distribusi obat-obatan dan pengawasan pasien di daerah terpencil menjadi tidak optimal.

Meskipun program ini terlihat ideal di atas kertas, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur puskesmas dan keberadaan tenaga medis yang kompeten di lapangan yang selama ini masih menjadi persoalan klasik pemerintah daerah.

Dinkes Kaltim dituntut tidak hanya sekadar menggenjot program, tetapi juga harus mampu menjamin keberlanjutan stok obat agar pasien TB RO tidak mengalami kegagalan pengobatan akibat keterlambatan pasokan logistik.