DEPOK – Seorang anggota TNI AD menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di Stasiun Depok Baru setelah ia berupaya memberikan teguran kepada seorang ibu yang kedapatan memukul anaknya sendiri, sebuah insiden yang mencerminkan rapuhnya perlindungan terhadap niat baik di ruang publik.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan dua pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut, sementara penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan guna mengungkap motif di balik respons agresif massa terhadap aparat negara.
Kejadian tragis ini menggarisbawahi ironi penegakan etika sosial di tengah masyarakat, di mana tindakan heroik untuk melindungi hak anak justru dibalas dengan tindakan anarkis yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan hukum.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi aparat hukum untuk memberikan sanksi yang paling tegas demi memberikan efek jera terhadap budaya main hakim sendiri yang semakin mengkhawatirkan dan tidak menghormati integritas individu maupun institusi.




