TANGERANG – Delapan bandara utama, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terpaksa menghentikan operasional penerbangan sementara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik berbahaya di wilayah udara Banten dan sekitarnya.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat mengingat partikel abu vulkanik yang tajam dapat merusak mesin pesawat secara fatal hingga menyebabkan kegagalan fungsi di tengah penerbangan.
Ancaman ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena paparan abu tidak hanya merusak teknis pesawat, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan serius bagi kru dan penumpang.
Langkah penutupan total ini menjadi kritik bagi otoritas terkait untuk selalu memprioritaskan keselamatan di atas kepentingan ekonomi, mengingat dampak destruktif abu vulkanik terhadap sistem turbin pesawat sangatlah nyata.





