TANGERANG – Kementerian Perdagangan berupaya memanfaatkan momentum Trade Expo Indonesia (TEI) di Tangerang untuk memperkuat identitas merek kopi Indonesia yang dinilai masih belum terintegrasi secara kuat di pasar global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan fakta bahwa selama ini konsumen internasional cenderung hanya mengenal nama daerah asal spesifik seperti Gayo atau Toraja saja.
Ketergantungan pada ketenaran nama daerah tanpa payung branding nasional yang solid dianggap sebagai kelemahan strategis yang menghambat daya saing kopi Indonesia secara menyeluruh di kancah internasional.
Pemerintah dituntut agar tidak hanya menjadikan pameran ini sebagai ajang seremonial tahunan, tetapi harus benar-benar merumuskan satu identitas tunggal guna mengakhiri ketertinggalan citra kopi nasional dari kompetitor global.




