LAMPUNG SELATAN – Badan Pengelola (BP) BUMN menyerahkan santunan berupa tali kasih kepada keluarga dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang menjadi korban musibah saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Lampung Selatan.
Pemberian bantuan ini sayangnya baru dilakukan setelah insiden tragis terjadi, seolah-olah nyawa pekerja lapangan baru mendapat perhatian serius ketika nyawa mereka sudah hilang di tengah risiko tinggi peliputan bencana.
Meskipun santunan ini bersifat kemanusiaan, langkah reaktif BP BUMN ini justru memicu kritik tajam mengenai minimnya standar keselamatan dan jaminan asuransi bagi awak media yang sering kali dibiarkan bertaruh nyawa tanpa proteksi memadai.
Ke depan, publik mendesak adanya kebijakan konkret dan perlindungan sistematis dari instansi terkait agar tragedi serupa tidak terus berulang dan jurnalis tidak hanya dijadikan alat penyampai informasi tanpa jaminan nyawa yang pasti.





