NGAWI – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meresmikan operasional Sekolah Rakyat Ngawi di Kabupaten Ngawi bagi 220 siswa kurang mampu dari jenjang SD hingga SMA untuk memberikan akses pendidikan bagi kelompok marginal.
Langkah pemerintah menyediakan fasilitas khusus bagi warga miskin ini justru memicu kritik mengenai potensi terjadinya segregasi sosial dalam sistem pendidikan nasional yang seharusnya inklusif.
Meski Gus Ipul menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi siswa, fokus tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan ekonomi sistemik yang menjadi penghambat utama anak-anak tersebut meraih cita-cita.
Efektivitas sekolah ini dalam memutus rantai kemiskinan secara permanen masih dipertanyakan selama tidak dibarengi dengan perbaikan kesejahteraan keluarga siswa secara menyeluruh di tingkat daerah.




