NEW DELHI – Presiden Prabowo Subianto resmi tiba di New Delhi, India, pada Rabu (23/10) untuk memenuhi undangan Perdana Menteri Narendra Modi dalam rangkaian KTT BRICS guna membahas penguatan posisi ekonomi Indonesia di panggung global.
Kehadiran ini memicu kritik tajam dari para pengamat yang mempertanyakan konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia, mengingat BRICS sering dianggap sebagai poros tandingan terhadap kekuatan ekonomi Barat.
Meski Prabowo dijadwalkan berbicara dalam dua sesi utama bersama para pemimpin dunia lainnya, urgensi keterlibatan Indonesia dalam blok yang didominasi China dan Rusia ini dinilai berisiko menciptakan ketergantungan baru yang tidak seimbang.
Langkah diplomasi ini pun memaksa publik untuk mencermati apakah partisipasi tersebut benar-benar membawa keuntungan bagi kedaulatan nasional atau sekadar upaya simbolis untuk mencari validasi di tengah ketegangan geopolitik dunia.

