JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas ke level 6.541 pada penutupan perdagangan pekan ini, 7-11 September 2026, akibat tekanan aksi jual yang masif di Jakarta.
Penurunan tajam sebesar 1,43 persen atau 95,098 poin dari posisi 6.636 di pekan sebelumnya membuktikan bahwa fondasi pasar modal saat ini sedang dalam kondisi yang rapuh.
Di tengah rapor merah indeks tersebut, saham SAPX dan MSJA justru muncul sebagai peraih cuan tertinggi yang tampaknya hanya menjadi anomali di tengah lesunya sentimen makroekonomi.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan pasar yang berisiko, di mana kenaikan saham tertentu tidak mampu menutupi kerugian besar yang dialami oleh mayoritas emiten blue chip.





