JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menginstruksikan TNI Angkatan Laut untuk mengerahkan 11 kapal gabungan guna mencari lima jurnalis dan tiga kru yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Langkah reaktif pengerahan kekuatan besar ini memicu kritik mengenai sejauh mana standar prosedur keselamatan dan pengawasan diberikan kepada awak media sebelum memasuki zona bahaya bencana aktif.
Munculnya instruksi pencarian hanya setelah jatuhnya korban menunjukkan adanya celah serius dalam mitigasi risiko serta koordinasi antara lembaga pemantau bencana dan otoritas pelayaran di kawasan tersebut.
Operasi penyelamatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi aksi heroik sesaat, melainkan momentum evaluasi total terhadap perlindungan jurnalis di wilayah rawan agar insiden serupa tidak terus berulang.





