BEIJING – Sebuah robot humanoid besutan perusahaan teknologi Honor berhasil memecahkan rekor dunia lari half marathon dalam sebuah uji coba di Beijing dengan catatan waktu yang melampaui kemampuan pelari manusia tercepat saat ini.
Pencapaian yang memicu kontroversi etika tersebut mencatatkan waktu sekitar tujuh menit lebih cepat dibandingkan rekor dunia resmi milik pelari asal Uganda, Jacob Kiplimo.
Meski secara teknis sangat mengagumkan, penggunaan mesin untuk melampaui batas fisik manusia dinilai para kritikus sebagai ancaman serius terhadap nilai murni sportivitas dan esensi dari kompetisi olahraga atletik yang semestinya mengandalkan usaha biologis.
Dominasi teknologi di lintasan lari ini dianggap hanya sebagai aksi pemasaran korporat yang mengesampingkan kehormatan perjuangan fisik atlet manusia yang telah berlatih bertahun-tahun demi mencapai batas kemampuannya.



