SAMARINDA – Kementerian Kesehatan berupaya menekan risiko cedera sendi di Samarinda dengan merekomendasikan tiga latihan penguatan otot penopang lutut seperti step-up, wall sit, dan standing untuk dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali setiap pekan.
Namun, anjuran ini terasa kurang mendalam karena hanya berfokus pada latihan fisik mandiri tanpa menyoroti pentingnya diagnosis medis profesional bagi warga yang mungkin sudah memiliki keluhan sendi kronis.
Rutinitas yang disarankan tersebut juga rentan terabaikan atau bahkan memicu cedera baru jika pemerintah tidak menyediakan akses instruktur yang mampu menjamin teknik gerakan masyarakat dilakukan dengan benar dan aman.
Penguatan otot kuadrisep dan hamstring memang krusial, tetapi penyederhanaan solusi kesehatan ini dikhawatirkan hanya menjadi upaya formalitas di tengah masih minimnya fasilitas rehabilitasi fisik yang terjangkau bagi publik.





