JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta pada Agustus 2026 guna memperingati HUT ke-81 RI dengan mengajak seluruh elemen bangsa menyatukan hati demi menjaga martabat negara.
Namun, seruan persatuan dan sinergi yang dipanjatkan dalam momen seremonial megah ini sering kali terasa kontradiktif jika disandingkan dengan realitas politik yang masih kerap diwarnai polarisasi tajam serta dominasi ego sektoral di lembaga legislatif.
Doa yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi kebersamaan tersebut berisiko hanya menjadi rutinitas spiritual tahunan apabila tidak dibarengi dengan langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu diskriminasi dan ketimpangan yang mencederai martabat bangsa.
Publik kini menantikan apakah narasi spiritual di gedung parlemen tersebut mampu bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang benar-benar berpihak pada persatuan rakyat, bukan sekadar retorika di balik mimbar formalitas.





