BUDAPEST – Penurunan drastis permukaan air di sepanjang Cekungan Sungai Danube akibat kekeringan ekstrem di Eropa baru-baru ini menyingkap berbagai peninggalan bersejarah yang mengkhawatirkan, mulai dari bangkai kapal perang Nazi hingga tulang belulang mamut kuno.
Fenomena alam yang meresahkan ini dipicu oleh lonjakan suhu tinggi serta curah hujan yang sangat rendah, sehingga menyebabkan volume air menyusut hingga ke level terendah dalam 30 tahun terakhir di 19 negara yang dilintasi sungai tersebut.
Kondisi ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi para pengambil kebijakan global bahwa krisis iklim bukan sekadar ancaman masa depan, melainkan realitas destruktif yang kini membongkar ‘hantu’ masa lalu dari dasar sungai yang mulai mati.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa pemanasan global yang tidak terkendali ini tidak hanya mengancam ekosistem air tawar, tetapi juga memunculkan risiko keselamatan publik akibat tereksposnya bom-bom aktif peninggalan perang ke permukaan.



