JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar aksi penanaman 22.000 pohon mangrove di 18 kawasan pesisir Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia untuk memitigasi dampak perubahan iklim sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal melalui program Green Impact.
Langkah masif ini memicu pertanyaan kritis mengenai efektivitas jangka panjang dari sekadar seremoni penanaman yang sering kali mengabaikan aspek pemeliharaan bibit setelah sorotan kamera media berakhir.
Meskipun PNM mengklaim upaya ini sebagai bentuk pemberdayaan, keberhasilan investasi lingkungan ini seharusnya diukur dari tingkat kelangsungan hidup pohon yang ditanam, bukan hanya sekadar angka statistik jumlah bibit yang masuk ke dalam tanah.
Publik kini menanti transparansi laporan berkala untuk memastikan aksi tersebut tidak terjebak dalam praktik pencitraan hijau atau greenwashing demi menaikkan citra korporasi di tengah krisis iklim yang semakin nyata.




