JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tengah berupaya memperkuat ekosistem hidrogen rendah karbon di Jakarta melalui rangkaian kolaborasi bisnis dan pengembangan rantai pasok guna mempercepat target transisi energi nasional.
Langkah strategis ini diklaim sebagai solusi dekarbonisasi, meski realisasinya di lapangan masih dibayangi tantangan besar terkait tingginya biaya investasi serta infrastruktur distribusi yang belum memadai di berbagai wilayah Indonesia.
Pertukaran pengetahuan dengan mitra global memang diperlukan, namun ketergantungan pada teknologi asing dikhawatirkan dapat menghambat kemandirian energi nasional jika tidak dibarengi dengan transfer teknologi yang transparan bagi SDM lokal.
Publik kini menanti apakah ambisi pengembangan hidrogen ini akan benar-benar menjadi pilar energi hijau atau justru menjadi proyek jangka panjang yang membebani keuangan negara tanpa hasil yang signifikan dalam waktu dekat.




