JAKARTA – Sejumlah pelaku industri keuangan di Jakarta berkolaborasi meluncurkan produk asuransi jiwa baru dengan skema pengembalian premi pekan ini guna memperluas akses perlindungan finansial bagi masyarakat kelas menengah.
Meskipun inovasi ini diklaim sebagai solusi bagi nasabah yang enggan kehilangan modal, kebijakan ini patut dikritisi karena potensi premi yang dibebankan biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan produk asuransi jiwa murni.
Strategi pengembalian dana ini sering kali berfungsi sebagai daya tarik pemasaran semata, mengingat nilai uang yang dikembalikan berisiko mengalami penyusutan nilai riil akibat tergerus inflasi selama masa kontrak berlangsung.
Publik perlu lebih jeli dalam membedah transparansi biaya administrasi dan hasil pengembangan dana agar perluasan akses finansial ini tidak sekadar menjadi mesin penghimpun dana murah bagi perusahaan asuransi.




