JAKARTA – JAKARTA – Masyarakat kini dapat mengunjungi Perpustakaan Nyi Ageng Serang di Jakarta Selatan setiap hari dengan memanfaatkan integrasi moda transportasi publik seperti KRL, MRT, LRT, hingga Transjakarta, meskipun efisiensi aksesibilitasnya masih sering dipertanyakan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka fasilitas literasi ini tidak hanya untuk individu domestik tetapi juga bagi Warga Negara Asing (WNA) guna menghidupkan kembali kawasan Kuningan sebagai pusat edukasi yang inklusif.
Bagi pengguna LRT Jabodebek, pengunjung bisa turun di Stasiun Setiabudi, sementara pengguna KRL harus bersusah payah transit di Stasiun Sudirman sebelum menyambung moda lain menuju lokasi, sebuah tantangan integrasi yang masih menjadi catatan bagi kenyamanan mobilitas warga.
Penerapan aturan kunjungan yang ketat bagi individu dan WNA pun memicu kritik mengenai sejauh mana ruang publik ini benar-benar terbuka tanpa hambatan birokrasi yang justru berpotensi menyurutkan minat kunjung masyarakat ke perpustakaan.





