BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi menyelenggarakan turnamen fishing tourism di wilayah perairan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, guna mempromosikan kekayaan ekonomi biru yang mencakup sektor perikanan hingga wisata bahari.
Langkah ini diklaim sebagai strategi pengelolaan kekayaan laut, mulai dari perlindungan terumbu karang hingga pengembangan budidaya tambak yang berkelanjutan.
Namun, penggunaan kompetisi memancing sebagai alat promosi justru memicu kritik mengenai sejauh mana kegiatan eksploitatif tersebut selaras dengan esensi konservasi dalam ekonomi biru.
Publik menyoroti potensi kerusakan ekosistem jika pengawasan lemah, mengingat perlindungan keanekaragaman hayati seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar seremoni wisata yang berisiko mengganggu keseimbangan bawah laut Berau.





