Media Digital: Peluang Kritis Pelestarian Sastra Lisan Kaltim

Digitalisasi sastra lisan di Kalimantan Timur menjadi tantangan kritis dalam menjaga keaslian budaya di tengah gempuran konten media sosial. (Foto: RSS)

SAMARINDA – Di Samarinda, Kalimantan Timur, akademisi Universitas Mulawarman menyoroti urgensi pemanfaatan media digital sebagai strategi kritis bagi keberlangsungan sastra lisan lokal agar tidak punah tertimbun arus deras budaya populer global.

Dosen Sastra Indonesia, Nella Putri Giriani, mengingatkan bahwa media sosial adalah alat dokumentasi yang mendesak, meskipun proses digitalisasi ini membawa risiko besar berupa pendangkalan makna filosofis tradisi jika hanya dipandang sebagai tren sesaat.

Tanpa kurasi dan pemahaman budaya yang mendalam, kehadiran sastra lisan di platform digital dikhawatirkan hanya akan menjadi komoditas konten dangkal yang gagal menyentuh esensi identitas generasi muda.

Transformasi budaya ini menuntut sinergi antara kecanggihan teknologi dan penjagaan substansi agar kekayaan lisan Kaltim tidak sekadar menjadi artefak visual, melainkan tetap bernyawa di ruang siber.