GOWA – Bupati Gowa memberikan tanggapan kontroversial terhadap usulan hak angket DPRD terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dengan alasan demi menjaga stabilitas psikologis ASN di lingkungan pemerintah kabupaten pada pekan ini.
Namun, langkah Husniah Talenrang yang menonjolkan rasa tidak nyaman pegawai sebagai tameng penyelidikan justru memicu kritik tajam karena dianggap mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
Upaya bupati mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu juga dinilai sebagai narasi defensif yang bertujuan untuk meredam daya kritis warga terhadap skandal kekuasaan yang sedang mencuat.
Kini keberanian legislatif diuji untuk tetap menjalankan fungsi pengawasan tanpa terjebak dalam retorika perlindungan birokrasi yang berpotensi menghambat pengungkapan fakta yang sebenarnya.





