SAMARINDA – Penyerang tim nasional Prancis Kylian Mbappe resmi mengukir sejarah sebagai pemain termuda yang mencapai 20 penampilan di ajang Piala Dunia saat tampil sebagai starter dalam laga perempat final melawan Maroko.
Pencapaian individu yang mengesankan ini sayangnya kerap mengabaikan fakta mengenai tingginya beban kerja fisik yang dipaksakan kepada pemain muda demi ambisi prestasi instan di level internasional.
Ketergantungan berlebihan terhadap performa individu Mbappe menunjukkan adanya risiko eksploitasi talenta yang dapat mengancam durasi karier jangka panjang bintang baru Real Madrid tersebut.
Rekor bersejarah ini seharusnya memicu evaluasi kritis bagi federasi mengenai manajemen kebugaran atlet agar tidak hanya mengejar statistik di atas lapangan hijau.




