Obsesi Donald Trump Bandingkan Diri dengan Presiden Terdahulu Tuai Kritik Tajam

WASHINGTON – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus memancing perdebatan di Washington karena sering membandingkan capaian pribadinya dengan para pendahulu untuk membangun narasi kesuksesan yang semu.

Langkah ini dianggap oleh para analis sebagai upaya manipulatif untuk menutupi berbagai kegagalan kebijakan selama masa jabatannya melalui perbandingan sejarah yang tidak adil dan bias.

Dengan gaya retorika yang selalu merendahkan kegagalan orang lain, Trump justru memperlihatkan ketidakmampuan dalam menghadapi tanggung jawab politik serta kritik objektif secara dewasa.

Obsesi terhadap citra sejarah ini dikhawatirkan akan semakin memperkeruh polarisasi politik di Amerika Serikat karena lebih mengedepankan narsisme politik daripada solusi nyata bagi publik.