SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi menyepakati penguatan kerja sama percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan pada pekan ini di Samarinda guna mengejar ambisi menyulap kawasan terluar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk konektivitas, namun realisasinya di lapangan kerap terbentur birokrasi dan tantangan geografis ekstrem yang selama ini membuat wilayah perbatasan tetap terisolasi.
Masyarakat patut bersikap kritis mengingat janji pembangunan daerah pinggiran seringkali hanya menjadi komoditas politik tanpa dukungan anggaran yang berkelanjutan atau pengawasan ketat terhadap kualitas proyek yang dijalankan.
Sinergi ini harus dibuktikan dengan progres fisik yang nyata dalam waktu dekat, bukan sekadar seremonial kesepakatan yang justru berisiko menambah deretan panjang proyek mangkrak di tanah Borneo.





