WASHINGTON D.C. – Intelijen Amerika Serikat secara kritis meragukan laporan pilot jet tempur F-15 terkait penampakan formasi ubur-ubur drone Iran karena kondisi sang pilot yang sedang mengalami gegar otak saat insiden berlangsung di wilayah operasional baru-baru ini.
Penuturan mengenai pola terbang yang menyerupai ubur-ubur tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan internal militer karena dianggap tidak memiliki basis teknis yang masuk akal dalam doktrin peperangan elektronik.
Kondisi medis pilot yang menderita gegar otak dinilai berpotensi besar mengaburkan fakta objektif serta menciptakan distorsi persepsi visual yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya di medan tempur.
Hingga saat ini kesaksian tersebut dipandang dengan penuh skeptisisme guna mencegah kesalahan analisis intelijen yang fatal dalam memetakan kekuatan serta ancaman teknologi nirawak milik Teheran.

