SAMARINDA – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto mendorong mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda untuk menjadikan hak asasi manusia (HAM) sebagai fondasi utama peradaban bangsa dalam kunjungan resminya baru-baru ini.
Namun, ajakan tersebut memicu skeptisisme publik terkait konsistensi antara edukasi di kampus dengan penyelesaian berbagai pelanggaran HAM yang masih jalan di tempat hingga saat ini.
Mugiyanto menegaskan bahwa mahasiswa harus berkomitmen menjadikan HAM sebagai nyawa dalam membangun kemajuan bangsa agar peradaban tidak kehilangan arah kemanusiaannya.
Tantangan utamanya kini adalah memastikan bahwa retorika jantung peradaban ini mampu melahirkan tindakan nyata, bukan sekadar menjadi pemanis narasi di tengah tekanan ketidakadilan sosial yang masih dirasakan masyarakat.





