LAUTERBRUNNEN – Sejumlah pegiat olahraga ekstrem di berbagai belahan dunia tetap melanjutkan aksi terjun bebas yang mematikan meskipun rentetan tragedi maut terus membayangi komunitas tersebut belakangan ini demi mencari perasaan kendali penuh atas hidup mereka.
Para partisipan menampik tudingan bahwa mereka hanya sekadar pemburu adrenalin dan justru mengeklaim bahwa saat melayang di udara mereka merasakan waktu seolah melambat serta merasakan sensasi kendali diri yang sangat presisi.
Namun alasan filosofis tersebut terasa janggal dan cenderung menjadi bentuk penyangkalan kolektif terhadap risiko kematian nyata yang sudah merenggut banyak nyawa rekan sejawat mereka sendiri secara tragis.
Di tengah meningkatnya angka kecelakaan fatal, narasi tentang kontrol diri ini tampak seperti upaya untuk membenarkan tindakan berbahaya yang semakin mendekati perilaku merusak diri sendiri dengan dalih hobi.


