BIARRITZ – Pemerintah Amerika Serikat secara mengejutkan mengungkap rincian perjanjian awal dengan Iran saat Presiden Donald Trump meninggalkan KTT G7 di Biarritz, Prancis, yang mencakup rencana rekonstruksi senilai $300 miliar dan tenggat pembicaraan nuklir selama 60 hari.
Kesepakatan bombastis ini langsung memicu skeptisisme tajam dari berbagai pihak mengenai realitas pendanaan masif tersebut di tengah hubungan bilateral yang masih sangat rapuh.
Target pembicaraan nuklir yang hanya dibatasi waktu dua bulan dinilai terlalu ambisius dan berisiko menjadi sekadar formalitas tanpa komitmen pelucutan senjata yang substansial.
Langkah ini dipandang lebih sebagai manuver politik citra di panggung G7 daripada sebuah kerangka kerja perdamaian yang kokoh dan berkelanjutan bagi stabilitas global.


