PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah terus memacu penguatan literasi dan numerasi bagi masyarakat di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di tengah masifnya pembangunan fisik.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran akan ketimpangan antara kemegahan infrastruktur dan kualitas intelektual penduduk lokal dalam menghadapi transisi ibu kota baru.
Di tengah deru pembangunan infrastruktur yang menjulang tinggi, fokus kini mulai bergeser pada pembangunan kualitas berpikir yang seringkali terlupakan oleh publik.
Bukan sekadar jalan raya atau gedung perkantoran yang menjadi prioritas, melainkan fondasi kognitif masyarakat yang seharusnya menjadi penentu keberlanjutan IKN sebagai kota pintar masa depan.
Namun, tantangan besar membentang mengingat rendahnya skor literasi nasional yang masih menghantui berbagai daerah penyangga di Kalimantan Timur.
Tanpa intervensi pendidikan yang serius dan inklusif, dikhawatirkan warga lokal hanya akan menjadi penonton di tengah gemerlap kemajuan teknologi dan ekonomi yang ditawarkan oleh IKN.
Upaya menyusur jejak literasi ini menuntut lebih dari sekadar seremoni pendidikan, melainkan akses berkelanjutan terhadap sumber belajar yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberhasilan IKN seharusnya tidak hanya diukur dari beton yang mengeras, tetapi dari kecakapan numerasi dan daya kritis warganya dalam menghadapi persaingan global yang kian ketat.




