Ambisi Family Office Luhut: Potensi Ratusan Miliar Dolar AS atau Karpet Merah Tak Berdasar?

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, saat memaparkan potensi investasi asing melalui skema family office di Bali. (Foto: RSS)

JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim bahwa pengembangan skema family office di Pusat Keuangan Internasional Bali berpotensi menarik dana masuk hingga ratusan miliar dolar AS ke Indonesia demi memperkuat stabilitas ekonomi makro.

Namun, ambisi besar untuk menggaet kekayaan para miliarder dunia ini dinilai banyak pihak sebagai langkah berisiko tinggi yang bisa membuka celah praktik pencucian uang jika tidak dibarengi dengan sistem pengawasan finansial yang berlapis dan transparan.

Kritik juga muncul terkait urgensi pemberian insentif pajak berlebih bagi kaum super kaya yang dikhawatirkan hanya akan memperlebar jurang ketimpangan sosial tanpa memberikan kontribusi nyata yang instan bagi sektor riil masyarakat lokal.

Luhut tetap optimistis bahwa integrasi layanan keuangan eksklusif di Bali ini akan menyejajarkan Indonesia dengan pusat finansial global, meskipun tantangan kepastian hukum dan reputasi penegakan hukum nasional masih menjadi keraguan utama di mata investor internasional.