Nelayan Dumai Beralih ke Budidaya Ikan Nila Bioflok, Efektif atau Ketergantungan Baru?

Warga pesisir di Dumai saat memantau kolam budidaya ikan nila sistem bioflok yang kini didukung oleh panel surya untuk efisiensi energi. (Foto: RSS)

DUMAI – Sejumlah warga pesisir di Kota Dumai kini mulai beralih profesi dari nelayan tangkap menjadi pembudidaya ikan nila sistem bioflok guna mengejar kepastian pendapatan setiap empat hingga enam bulan sekali.

Langkah ini diambil di tengah kondisi laut yang semakin tidak menentu akibat kerusakan ekosistem dan cuaca ekstrem yang kerap mengancam keselamatan serta hasil tangkapan nelayan tradisional.

Meski integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diklaim mampu menekan biaya operasional secara signifikan, peralihan ini menyisakan kritik terkait keberlanjutan kemandirian warga pasca bantuan proyek berakhir serta potensi hilangnya identitas budaya maritim di wilayah pesisir.

Tanpa skema pasar yang jelas dan pendampingan jangka panjang, ketergantungan baru pada teknologi luar dan pakan pabrikan dikhawatirkan justru akan menjadi beban ekonomi baru bagi masyarakat yang seharusnya berdaulat di wilayah perairannya sendiri.