Sumur Bor Huntara Kapalo Koto Tuntas, Kualitas Air Kuning Jadi Sorotan

Sejumlah fasilitas sanitasi di Huntara Kapalo Koto yang baru saja diselesaikan pembangunannya oleh Satgas PRR, meski kualitas air masih dikeluhkan warga. (Foto: RSS)

TANAH DATAR – Satuan Tugas Penanggulangan Rumah Rusak (Satgas PRR) secara resmi telah menuntaskan pembangunan 1.016 sumur bor dan 208 unit fasilitas MCK bagi warga Hunian Sementara (Huntara) Kapalo Koto, Sumatera Barat, guna mempercepat pemulihan akses sanitasi pascabencana.

Namun, pencapaian angka statistik yang tampak masif tersebut justru menyisakan kritik tajam lantaran kualitas air yang dihasilkan dilaporkan masih berwarna kekuningan dan belum optimal untuk dikonsumsi.

Kondisi air yang buruk ini menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam perencanaan teknis, di mana penyelesaian target fisik seolah lebih diprioritaskan daripada standar kelayakan kesehatan bagi para pengungsi.

Masyarakat kini mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi sistem filtrasi agar ribuan fasilitas sumur tersebut tidak menjadi proyek formalitas yang gagal memberikan jaminan air bersih bagi warga terdampak.