SURAKARTA – Aisyah Nur Aini, seorang siswi di Sekolah Rakyat Surakarta, kini tengah berjuang mengejar cita-citanya menjadi dokter melalui jalur pendidikan alternatif akibat sulitnya menembus barikade pendidikan formal bagi warga kurang mampu di pusat kota Jawa Tengah tersebut.
Kehadiran inisiatif Sekolah Rakyat ini menjadi kritik tajam bagi pemerintah daerah karena membuktikan bahwa sistem zonasi maupun beasiswa negara belum sepenuhnya mampu menyentuh lapisan terbawah masyarakat secara adil.
Meski Aisyah memiliki tekad kuat untuk membahagiakan orang tuanya, realita pahit mengenai mahalnya biaya fakultas kedokteran di Indonesia tetap membayangi langkahnya yang hanya bersandarkan pada fasilitas pendidikan swadaya yang serba terbatas.
Perubahan hidup yang dialami Aisyah tidak seharusnya menjadi beban komunitas semata, melainkan menjadi pengingat bahwa hak atas pendidikan berkualitas masih menjadi kemewahan yang belum tuntas dijamin oleh negara bagi seluruh rakyatnya.





