Gencatan Senjata Rapuh, Warga Lebanon Kembali Dukung Hizbullah Hadapi Israel

BEIRUT – Di tengah kerapuhan gencatan senjata yang kian nyata, warga di wilayah Lebanon Selatan mulai kembali menyatakan dukungan penuh kepada kelompok Hizbullah sebagai satu-satunya pelindung terhadap aksi militer Israel yang terus menghancurkan pemukiman mereka pada pekan ini.

Fenomena ini menunjukkan kegagalan diplomasi internasional dalam menjamin keamanan warga sipil di perbatasan.
Penghancuran sistematis desa-desa oleh militer Israel justru memaksa penduduk lokal mengabaikan kekecewaan politik mereka sebelumnya demi mempertahankan eksistensi fisik dari ancaman penggusuran.

Para pendukung yang sebelumnya merasa frustrasi dengan keterlibatan Hizbullah dalam konflik kini merasa tidak memiliki pilihan lain selain bergantung pada kekuatan militer kelompok tersebut.
Langkah agresif Israel di lapangan dinilai menjadi katalisator yang memperkuat legitimasi kelompok bersenjata di mata masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh otoritas negara dan hukum internasional.

Situasi kritis ini mempertegas siklus kekerasan tak berujung yang merugikan stabilitas regional.
Tindakan provokatif di garis depan hanya akan memperkeruh suasana dan semakin menjauhkan prospek perdamaian jangka panjang bagi rakyat Lebanon yang terjebak di antara dua kekuatan besar.