BOGOR – Sebanyak 20 unit rumah di kawasan Bogor terendam banjir setinggi 40 sentimeter setelah Tembok Penahan Tanah (TPT) ambrol akibat terjangan arus deras luapan Sungai Ciluar baru-baru ini.
Insiden ini menjadi bukti nyata buruknya kualitas infrastruktur penahan air dan lemahnya mitigasi bencana di wilayah tersebut dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Kondisi ini memaksa warga berjibaku menyelamatkan harta benda di tengah genangan air yang masuk ke pemukiman akibat ketiadaan penghalang sungai yang memadai.
Warga kini mendesak pemerintah setempat untuk segera melakukan perbaikan permanen dan berhenti mengabaikan ancaman bencana tahunan yang terus merugikan masyarakat kecil.





