JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) menyelenggarakan ajang ‘Kartini BISA Fest’ di Jakarta baru-baru ini untuk mendorong digitalisasi 40 UMKM perempuan melalui bazar kuliner, seminar keamanan siber bagi 350 peserta, hingga pelatihan pemanfaatan AI.
Meski terlihat inovatif, upaya menyuntikkan teknologi canggih seperti AI ke sektor kuliner mikro ini terkesan terlalu ambisius dan berisiko menjadi sekadar gimik pemasaran korporasi jika tidak disertai pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Kritik juga muncul mengenai cakupan jumlah UMKM yang terlibat, di mana angka 40 pelaku usaha dianggap terlalu minim dibandingkan dengan kapasitas besar yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi raksasa sekelas Telkom.
Program ini perlu dievaluasi lebih dalam agar tidak berhenti pada seremoni tahunan saja, melainkan mampu menjawab tantangan nyata mahalnya biaya infrastruktur digital yang masih membebani pelaku usaha kecil di lapangan.





