TEHERAN – Sebanyak 50 orang dilaporkan tewas dan 517 lainnya mengalami luka-luka akibat gelombang serangan udara brutal yang dilancarkan militer Amerika Serikat (AS) di berbagai wilayah strategis Iran sejak akhir Juni lalu.
Aksi militer sepihak ini memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali di kawasan Timur Tengah akibat penggunaan kekuatan yang berlebihan.
Penggunaan dalih keamanan oleh Washington dinilai sebagai bentuk pengabaian nyata terhadap kedaulatan wilayah dan keselamatan warga sipil yang kini harus menanggung dampak kemanusiaan paling berat.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus menyoroti kegagalan diplomasi yang justru digantikan oleh hujan rudal yang merenggut puluhan nyawa tidak berdosa di tanah Iran.



